Selasa, 21 Desember 2010

INDAHNYA RAMAH



INDAHNYA RAMAH

Ramah, Sikap Orang Terhormat dan Mulia

Salah satu dari akhlak mulia adalah terpancarnya keramahan, baik dari sikapnya, tutur katanya yang santun, wajahnya yang jernih, serta sikap yang arif dan bijak. Siapapin yang bergaul dengan mereka, akan merasakan suasana aman dan mengyenangkan, bahkan ketika berpisah pun akan menimbulkan kerinduan untuk bertemu lagi.
Kemuliaan manusia yang sesungguhnya tergantung dari akhlaknya, dan salah satu kuncu kemuliaan akhlak adalah menjadi pribadi yang ramah.

Ramah itu Indah

Secantik apapun atau seganteng apapun seseorang, jika ia termasuk orang yang judes, ketus, pemarah, pasti tidak terlihat keindahan fisiknya. Malah bisa jadi yang tampak adalah kebalikannya.
Kita sering berjumpa dengan orang-orang yang penampilannya biasa saja namun tampak bersahaja, dan tampak begitu manis serta menyejukan. Bergaul dengannya pun akan merasa nyaman dalam memandang dan mendengarkannya. Orang seperti ini biasanya tidak memerlukan make-up, yang tebal, jas yang keren atau atribut-atribut mahal untuk menutupi kekurangannya. Karena semua itu terpancar daripada isi hati yang bersih, yang disebut keindahan yang hakiki.
Keindahan yang mengesankan buat siapapun, kuncinya adalah dengan menjadi orang yang selalu tampil ramah, sopan dan tulus.

Ramah itu Menyenangkan

Percaya atau tidak, tenyata letak kesusahan itu bukan terletak pada masalah yang kita hadapi, melainkan terletak pada sikap kita dalam menghadapi masalah tersebut. Terkadang banyak masalah yang sepele dan sederhana menjadi rumit dan sangat merugikan, terutama untuk orang yang emosional. Semua ini disebabkan oleh pribadi yang jauh dari kebeningan hati, akibatnya suasana batin akan selalu lelah, tegang, jauh dari ketenangan dan kebahagiaan. Kondisi seperti ini biasanya berpengaruh pada perilaku seseorang, sebab reaksi apapun yang kita tampilkan tak akan jauh dari suasana hati.
Untuk itu, cobalah hadapi hidup ini dengan penuh semangat, pasang wajah yang cerah dan jernih, senyumlah dengan wajar dan tulus, temuilah orang lain dengan sikap yang sopan dan santun, dan sapalah dengan ramah serta penuh penghormatan. Semangat untuk menghadapi persoalan pun akan berlipat ganda, apalagi ketika orang lain membalas keramahan kita, tentu hati kita akan merasa lebih tenang. Beban yang kita rasakan akan terasa jauh lebih ringan dan lega.

Ramah itu Sehat

Ada sebuah penelitian tentang kalori yang dipakai untuk sebuah kemarahan. Ternyata energy untuk marah dalam berbagai bentuk sangat menguras tenaga luar dan dalam. Belum lagi kinerja organ tubuh kita menjadi semakin terpacu dalam kondisi yang tak normal. Hal ini membuat tubuh menjadi tidak sehat. Diantara kunci-kunci penting selain keyakinan kokoh dan mendalam kepada Alloh Swt adalah idadah yang istikomah, kebeningan hati yang terjaga, melimpahnya kasih sayang kepada orang lain, selalu ingin membahagiakan orang, menyenangkan, menyelamatkan, menuntun sesama manusia, sehingga luapan kasih sayang itu akan terpancar dari kejernihan wajah, senyum tulus, sapaan penuh rasa hormat, sikap dan tutur kata yang sangat ramah.

Ramah Pembuka Pintu Rejeki

Alkisah, ada seorang pedagang kecil yang mempunyai kios mini. Dia menjual pakaian dan peralatan sekolah yang sederhana. Letak kios tersebut agak masuk ke dalam pasar. Namun anehnya hampir tiada sesaatpun kios tersebut sepi dari pembeli, selalu saja pembelinya penuh berjubel. Omsetnyapun melampaui kios yang lebih bagus dan lebih lengkap, dan tentu saja rejekinya lebih melimpah.
Ternyata pedagang ini terkenal dengan kejujuran dan keramahannya. Tidak pernah ada pembeli yang merasa tertipu sedikitpun dan tak pernah ada pembeli yang merasa tersinggung oleh sikap dan tutur katanya. Bahkan pesona dari keramahan serta transaksi jual beli yang mudah, tidak rewel dan rumit membuat para pembeli mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari barang yang dibelinya, yaitu kepuasan bertemu dengan orang yang ramah dan mulia akhlaknya, yamh selalu memperlakukan tamunya dengansangat baik dan mengiringi dengan doa, baik membeli ataupun tidak. Karena ternyata keuntunganbagi dirinya bukanlah dari untung jualannya melainkan kebahagiaan bagi para pelanggannya. Jika pelanggan bahagia dia pun bahagia, maka sudah dipastikan rejekinyapun akan melimpah.

Ramah Ladang Amal yang Melimpah

Dalam teori ekonomi selalu saja kita ingin untung yang sebesar-besarnya dengan modal yang sekecil-kecilnya. Ini adalah hal yang sangat manusiawi dan tidak sepenuhnya salah. Begitu pula dengan keuntungan akhirat, kitapun harus mencarinya sekuat tenaga sambil kita nikmati keuntungan duniawinya yang halal. Ternyata, diantara amal yang paling ringan tanpa mengeluarkan harta, tenaga, biaya, bahkan mendapat keuntungan yang melimpah ruah, adalah dengan menjadi ahli sedekah.
Misalnya dengan cara memperlihatkan sikap kita yang selalu penuh keramahan, sedekah dengan senyum yang tulus, sedekah dengan wajah yang cerah ceria, sedekah dengan ucapan salam dan tegur sapa yang sopan, sedekah dengan sikap santun penuh kemaafan, sedekah dengan pribadi lapang dada terhadap perilaku orang lain yang kurang menyenagkan, sedekah dengan tidak membalas penghinaan melainkan dengan kata-kata yang baik.

Ramah Penakluk Amarah

Ibaratnya jika batu diadukan dengan batu maka hasilnya akan belah. Tapi lain halnya bila batu diadukan dengan tanah liat, hasilnya akn menjadi lengket. Bila anda sedang kesal atau marah lalu berjumpa dengan orang yang bijaksana, baru menatap wajahnya yang jernih dan cerah saja hati kita sudah marasa lebih sejuk. Belum lagi perhatian yang tulus serta keramahan tutur katanya yang berbobot akan membuat semakin meredam amarah kita, bahkan bisa jadi berbalik pikir menjadi orang yang menyesali perbuatan yang sebelumnya kita anggap benar.

sumber: ceramah dari K.H Abdulloh Gymnastiar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar