Rabu, 20 Oktober 2010

BAB 5 Disain dan Perilaku Organisasi



BAB 5
DESAIN DAN PERILAKU ORGANISASI

PENGERTIAN ORGANISASI

Apakah yang Dimaksud dengan Organisasi
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mnecapai tujuan.

ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL

 Organisasi Formal

Organisasi formal merupakan system tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan.
Organisasi formal menawarkan bidang-bidang tetap (relative) yang masing-masing orang bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Organisasi formal merupakan bagian yang dapat dilihat pada bagan organisasi. Sedangkan organisasi informal tidak. Beberapa faktor yang diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah wewenang, tanggung jawab, pertanggungjawaban, delegasi, dan koordinasi.

 Organisasi Informal

Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan social yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. System komunikasi ini disebut system tanaman rambat. Informasi yang disampaikan dapat berlebihan, kurang tepat, kurang terpercaya, atau dapat juga terpercaya. Organisasi informal tidak selalu menyebabkan jeleknya pelaksanaan kerja. Kadang-kaang organisasi informal justu merupakan cara terbaiak untuk memberi informasi yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas.

 Sentralisasi Vs Desentralisasi

Organisasi yang Disentralisir
Organisasi yang desentralisir merupakan sebuah system yang wewenang serta pengendaliannya dipegang disuatu pusat, biasanya eksekutif puncak.

Kebaikan organisasi yang disentralisir:
- pengendalian lebih efektif
- cenderung memperpendek jangka pengambilan keputusan
- memungkinkan bagi seluruh unit untuk mengikuti suatu rencana tindakan yang seragam

Keburukan organisasi yang disentralisir:
- jika perusahaan berkembang dengan pesat, maka beban kerja pada eksekutf puncak akan menjadi banyak
- organisais yang disentralkisir hanya membari pengalaman sedikit kepada para manajer muda dalm mengambil keputusan.

Organisasi yang Didesentralisir
Manajemen yang didesentralisir merupakan suatu uaha sistematis untuk mendelagasikan kepada janjang baeah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Dalam desentralisir, para manajer jenjang lebih bawah mendapat kesempatan untuk menunjukan kemampuan.


STRUKTUR ORGANISASI
DAN PENYUSUNANNYA

 Pembentukan Struktur Organisi

Struktur organisasi formal didasrakan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu:
- Interaksi kemanusiaan
- Kegiatan yang terarah ke tujuan
- Struktur

Herarki Tujuan
Herarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan-tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing-masing karyawan. Tujuan–tujuan yang lebih luas menyangkut penjualan, pangsa pasar, dan jas dipecah kedalam tujuan-tujuan untuk masing-masing divisi, masing-masing pabrik, departeman, kelompok kerja, dan karyawan individual.
Departementalisasi
Pembentukan struktur organisasi dimulai dengan penganalisisan kegiatan-kegiatan utama organisasi.
Wewenang dan Tanggung Jawab
Dengan tumbuhnya organisasi, manajer harus menugaskan sebagian kegiatannya kepada bawahan agar dapat mencurahkan waktunya pada fungsi-fungsi manajerial. Tindakan menugaskan kegiatan kepada bawahan ini disebut pendelegasian.

 Organisasi Garis

Kebaikan organisasi Garis:
- Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
- Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan.
- Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah.
- Menghemat biaya, karna pengawasan hanya dilakukan oleh satu orang saja.

Keburukan organisasi garis:
- Sering terdapat birokrasi yang menhambat jalannya perusahaan.
- Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien.
- Kurangnya kerjasama antara masing-masing bagian.

 Organisasi Garis dan Staf

Kebaikan organisasi garis dan staf:
- Pimpinan lebih leluas dalam memberikan saran trhadap tugas yang khusus diluar bagiannya.
- Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan, sehinnga akan memperingan pekerjaan dan maningkatkan efisiensi kerja.
- Staf dapat mendidik pera petugas.
- Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaandengan jelas.

Keburukan organisasi garis dan staf:
- Kadang staf tidak mamberi saran tetapi perintah.
- Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf daripada atasannya.
- Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.

 Organisasi Fungsional

Kebaikan Organisasi Fungsional:
- masing-masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya.
- Tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan adanya pembagian fungsi.
Keburukan Organisasi Fungsional:
- Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimp-inan dan perintah.
- Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.
- Kesulitan-kesulitan yang timbul tidak dapat secara tepat diatasi.
- Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan diantara para manajer.

 Organisasi Komite

Syarat terbentuknya komite:
1. Suasana santai dan bersifat informal.
2. Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas-tugasnya.
3. Komite mengetahui tentang tugas-tugas yang dibebankan kepadanya.
4. Masing-masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lain.
5. Keputusan diambil secara consensus.
6. Masing-masing anggita bebas mengemukakan pendapat.
7. Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain.

Kebaikan komite:
- Merupakan sebuah forum untuk saling bertukar pendapat diantara beberapa anggota.
- Keputusan ditentukan bersama-sama.
- Menciptakan koordinasi yang lebih baik.
- Meningkatkan pengawasan karena macam-macam komite tersebut dapat berhubungan langsung dengan para pelaksana.

Keburukan Komite:
- Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing-masing anggota sibuk dengan pekerjaan.
- Keharusan untuk berkompromi.
- Sering menimbulkan kesimpang siuran dalam organisasi.
- Tidak mempunyai kekuasaan untuk mendukung saran-saran yang diberikan.

 Organisasi Matrik

Kebaikan Organisasi Matrik:
- Luwes
- Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalh utama yang spesifik atau persoalan-persoalan teknis yang unik.
- Memeberikan alat inovasi tanpa mengganggu struktur organisasi yang ada.

Keburukan Organisasi Matrik:
- Beberapa masalah dapat muncul karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional.
- Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian-bagian yang berbeda.
- Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer-manajer bagian lain.


PERILAKU KEORGANISASIAN

 Kelompok Kerja

Dalam organisasi bisnis, kelompok kerja merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka senagai satu kelompok.
Kebutuhan dari kelompok, antara lain kebutuhan berkomunikasi, kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi, serta kebutuhan akan keamanan atau perlindungan.
Keanggotaan berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal, yaitu: keakraban satu sama lain, kepentingan bersama, pekerjaan serupa, dan persahabatan.

 Motivasi

Motivasi merupakan motif intern yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan.

 Pekerjaan dan Sikap Jabatan

Kepuasan jabatan mungkin meruakan sikap jabatan yang banyak diteliti. Kepuasan jabatan dipandang indicator yang bermanfaat bagi manajemen yang menentukan apakah terdapat bidang-bidang masalah dalam angkatan kerja organisasi. Moral merupakan sikap umum darim angkatan kerja dalam sebuah perusahaan terhadap jabatan mereka. Sedangkan kepuasan jabatan merupakan istilah lain yang memberikan arti banyak tentang hal yang sama.

 Kepemimpinan

Kepemimpinan berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaan. Manajer yang baik pasti akan mandapatkan hasil pekerjaan yang lebih baik dari bawahannya dengan sikap sebagai pemimpin yang baik. Untuk mengetahui gaya pimpinan yang sesuai, mereka tidak hanya melihat posisinya sebagai manajer yang menghendaki segalanya telah dilakukan, tetapi mereka harus pula belajar bekerja dalam struktur yang ada secara efektf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar